Nama PT Kertas Nusantara Milik Prabowo kembali menarik perhatian ketika publik membicarakan rekam jejak bisnis Presiden Prabowo Subianto. Perusahaan ini sebelumnya bernama PT Kiani Kertas dan bergerak dalam industri pulp. Situs perusahaan menyebut pabriknya berada di Mangkajang, Sambaliung, Kalimantan Timur, dengan kapasitas terpasang mencapai 525.000 ADT per tahun atau sekitar 1.500 ADT per hari.
Hubungan perusahaan dengan Prabowo mempunyai sejarah panjang. Pemberitaan pada 2010 menyebut Prabowo sebagai pemilik Kiani Kertas yang kemudian berganti nama menjadi Kertas Nusantara. Penelusuran The Gecko Project yang diterbitkan melalui Pulitzer Center pada 2024 juga mencatat Prabowo memiliki saham PT Kertas Nusantara. Namun, status kepemilikan korporasi dapat berubah sehingga penyebutan โmilik Prabowoโ lebih tepat dipahami berdasarkan riwayat dan data kepemilikan yang dilaporkan, bukan berarti seluruh saham perusahaan pasti dimiliki langsung olehnya saat ini.
PT Kertas Nusantara Milik Prabowo Dulunya Bernama Kiani Kertas
Sejarah perusahaan tidak dapat dipisahkan dari nama PT Kiani Kertas. Situs resmi perusahaan sendiri menyatakan PT Kertas Nusantara sebelumnya bernama Kiani Kertas dan didirikan pada 1991.
Kiani Kertas sebelumnya berkaitan dengan pengusaha Bob Hasan. Setelah mengalami persoalan finansial dan masuk dalam proses restrukturisasi, kepemilikan perusahaan kemudian berpindah.
Katadata mencatat perusahaan dan konsesi yang terkait dengannya akhirnya berada dalam lingkaran bisnis Prabowo. Sementara laporan Detik pada 2010 menyebut pabrik tersebut sebelumnya dimiliki Bob Hasan, kemudian diambil alih BPPN sebelum dibeli Prabowo.
Perubahan nama Kiani Kertas menjadi Kertas Nusantara kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan perusahaan.
Bagaimana Prabowo Masuk ke Kiani Kertas?
sejarah kepemilikan Kiani Kertas Prabowo tidak terjadi melalui pendirian perusahaan dari nol.
Menurut laporan mengenai struktur perusahaan, Nusantara Energy Group masuk ketika Kiani Kertas menghadapi persoalan keuangan. Prabowo kemudian mempunyai keterkaitan kepemilikan melalui perusahaan investasi.
Data historis yang dikutip Liputan6 menyebut pada 2007 Hashim Djojohadikusumo memegang 50 persen saham Kiani, sedangkan Prabowo melalui Fayola Investment Limited mempunyai 49,99 persen dan PT Metra Tujuh Dua memiliki 0,01 persen.
Struktur tersebut penting karena menunjukkan bahwa istilah perusahaan โmilik Prabowoโ sebenarnya mempunyai struktur korporasi yang lebih kompleks daripada kepemilikan pribadi sederhana.
Bergerak dalam Industri Pulp

Meski namanya menggunakan kata โkertasโ, kegiatan utama perusahaan berkaitan erat dengan produksi pulp sebagai bahan baku berbagai produk kertas.
Situs resmi Kertas Nusantara menjelaskan perusahaan menghasilkan ECF Bleached Acacia Pulp. Kapasitas terpasang fasilitas produksinya disebut mencapai 525.000 ADT per tahun.
bisnis pulp PT Kertas Nusantara mempunyai keterkaitan dengan berbagai produk hilir. Pulp dapat digunakan sebagai bahan baku kertas berlapis, kertas tanpa lapisan, tisu, hingga produk berbasis serat lainnya.
Lokasi pabrik berada di Mangkajang, Sambaliung, wilayah Berau, Kalimantan Timur.
Pabrik Punya Kapasitas Besar
Kapasitas produksi menjadi salah satu hal yang membuat Kertas Nusantara dikenal dalam industri pulp.
Menurut informasi perusahaan, kapasitas terpasangnya mencapai:
- 525.000 ADT pulp per tahun.
- Sekitar 1.500 ADT per hari.
- Periode operasi yang dirancang mencapai 350 hari dalam setahun.
Skala tersebut menunjukkan fasilitas Kertas Nusantara dibangun sebagai operasi industri besar, bukan pabrik kertas berskala kecil.
Pernah Menghadapi Masalah Keuangan
Perjalanan bisnis Kertas Nusantara juga tidak selalu mulus.
Pada 2011, perusahaan pernah terlibat persoalan utang senilai sekitar US$40 juta dengan Allied Ever Investment Limited. Persoalan tersebut masuk ke proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang atau PKPU.
Masalah ketenagakerjaan juga pernah muncul. ANTARA melaporkan pada 2014 sebagian pekerja perusahaan di Berau mengalami persoalan pembayaran gaji. Manajemen saat itu mengatakan pembayaran tunggakan telah dilakukan pada Maret 2014.
Riwayat tersebut memperlihatkan perusahaan pernah menghadapi tekanan finansial cukup berat meskipun mempunyai aset dan fasilitas produksi berskala besar.
Bagaimana Status Kepemilikannya?
Bagian ini perlu dijelaskan dengan hati-hati karena struktur kepemilikan Kertas Nusantara terbaru tidak selalu sama dengan struktur perusahaan pada satu atau dua dekade sebelumnya.
Penelusuran The Gecko Project yang dipublikasikan pada 2024 mencantumkan PT Kertas Nusantara sebagai perusahaan yang sahamnya dimiliki Prabowo. Penelusuran tersebut juga mengategorikan perusahaan sebagai tidak aktif pada saat riset dilakukan.
Namun terdapat data lain yang menunjukkan status berbeda. Basis data registrasi perusahaan yang mengacu pada data Kementerian Hukum mencantumkan PT Kertas Nusantara sebagai badan hukum yang baru-baru ini aktif, sementara situs perusahaan juga masih dapat diakses.
Karena terdapat perbedaan antara status badan hukum, operasional pabrik, dan aktivitas bisnis, ketiganya tidak sebaiknya dianggap sebagai hal yang sama.
Prabowo dan Bisnis Sebelum Menjadi Presiden
Sebelum menjadi Presiden RI, Prabowo mempunyai perjalanan panjang sebagai pengusaha setelah mengakhiri karier militernya.
Keterlibatannya dalam Kiani Kertas menjadi salah satu bagian yang cukup dikenal dari perjalanan tersebut. Perusahaan kemudian menggunakan nama Kertas Nusantara dan dikaitkan dengan kelompok Nusantara Energy.
Detik pada 2013, misalnya, melaporkan PT Kertas Nusantara berada di bawah payung Nusantara Energy Group yang dimiliki Prabowo.
Riwayat tersebut menjelaskan mengapa nama Kertas Nusantara sering kembali muncul ketika publik membahas aset, konsesi lahan, maupun perjalanan bisnis Prabowo.
Kertas Nusantara dan Konsesi Lahan
Kertas Nusantara juga pernah menjadi pembicaraan politik karena persoalan konsesi lahan.
Pada debat Pilpres 2019, isu penguasaan ratusan ribu hektare lahan oleh Prabowo menjadi salah satu topik yang mendapatkan perhatian besar. Katadata melaporkan lahan sekitar 220 ribu hektare di Kalimantan Timur berkaitan dengan perusahaan pulp and paper PT Kertas Nusantara.
Hal yang perlu dibedakan adalah kepemilikan perusahaan dengan status lahan konsesi. Hak pengusahaan atau konsesi perusahaan tidak otomatis berarti tanah tersebut merupakan tanah pribadi pemegang saham.
Perbedaan tersebut penting agar informasi mengenai perusahaan dan lahan tidak disederhanakan secara keliru.
PT Kertas Nusantara Milik Prabowo mempunyai sejarah panjang dari perusahaan bernama PT Kiani Kertas. Pabriknya berada di Mangkajang, Berau, Kalimantan Timur dan dirancang mempunyai kapasitas produksi pulp sekitar 525.000 ADT per tahun.
Riwayat pemberitaan dan penelusuran struktur perusahaan menunjukkan keterkaitan kepemilikan Prabowo Subianto dengan Kertas Nusantara. Namun struktur sahamnya melibatkan entitas perusahaan dan pernah mengalami perubahan, sehingga lebih akurat menyebutnya sebagai perusahaan yang secara historis dimiliki atau dikendalikan melalui kelompok bisnis yang terkait dengan Prabowo, daripada mengasumsikan 100 persen saham dimiliki pribadi olehnya.
FAQ
Apakah PT Kertas Nusantara milik Prabowo?
Prabowo mempunyai riwayat kepemilikan saham dan pengendalian bisnis terhadap perusahaan tersebut. Penelusuran yang dipublikasikan pada 2024 juga mencatat Prabowo memiliki saham PT Kertas Nusantara.
Apa nama lama PT Kertas Nusantara?
Nama sebelumnya adalah PT Kiani Kertas. Informasi ini juga dicantumkan pada situs resmi perusahaan.
PT Kertas Nusantara bergerak di bidang apa?
Perusahaan bergerak dalam industri pulp dengan produk utama berupa bleached acacia pulp yang menjadi bahan baku produk kertas.
Di mana pabrik PT Kertas Nusantara?
Lokasi pabrik tercantum di Mangkajang, Sambaliung, Kalimantan Timur.
Berapa kapasitas produksi Kertas Nusantara?
Situs perusahaan mencantumkan kapasitas terpasang sekitar 525.000 ADT per tahun atau 1.500 ADT per hari.



Leave a Reply