Setiap memasuki bulan suci Ramadhan, pertanyaan yang paling sering muncul di kalangan umat Islam adalah shalat tarawih berapa rakaat sebenarnya yang dianjurkan. Di masjid-masjid, kita sering menemukan praktik yang berbeda-beda, ada yang melaksanakan 8 rakaat, ada pula yang 20 rakaat, belum termasuk witir. Perbedaan ini kerap menimbulkan kebingungan, terutama bagi mereka yang ingin menjalankan ibadah sesuai sunnah dan tuntunan yang benar.
Selain itu, banyak juga yang mencari informasi tentang niat sholat tarawih, perbedaan shalat tarawih berapa rakaat NU, serta tambahan shalat tarawih berapa rakaat witir yang biasanya dikerjakan setelahnya. Semua pertanyaan ini wajar karena tarawih adalah ibadah khusus Ramadhan yang hanya dikerjakan setahun sekali. Oleh karena itu, memahami dasar hukumnya, sejarah pelaksanaannya, serta perbedaan pendapat para ulama menjadi hal penting agar kita bisa beribadah dengan tenang dan tidak mudah terpengaruh perdebatan yang tidak perlu.
Shalat Tarawih Berapa Rakaat Menurut Dalil Dan Sejarah
Untuk menjawab pertanyaan shalat tarawih berapa rakaat, kita perlu melihat sejarah pelaksanaannya di masa Rasulullah SAW. Dalam beberapa riwayat hadis, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan secara berjamaah sebanyak 8 rakaat, kemudian ditambah witir.
Namun, pada masa Khalifah Umar bin Khattab, shalat tarawih dikumpulkan kembali secara berjamaah dengan jumlah 20 rakaat. Kebijakan ini dilakukan untuk menyatukan umat agar tidak melaksanakan shalat sendiri-sendiri di masjid. Sejak saat itu, praktik 20 rakaat menjadi umum di banyak wilayah dunia Islam.
Dari sisi fiqih, para ulama sepakat bahwa shalat tarawih hukumnya sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Perbedaan jumlah rakaat bukanlah persoalan yang membatalkan ibadah, melainkan bagian dari khazanah ijtihad para sahabat dan ulama.
Shalat Tarawih Berapa Rakaat NU Dan Praktik Di Indonesia
Di Indonesia, pertanyaan tentang shalat tarawih berapa rakaat NU sering muncul karena Nahdlatul Ulama (NU) dikenal melaksanakan tarawih 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir. Praktik ini mengikuti pendapat mayoritas ulama mazhab Syafi’i yang memang dianut luas di Indonesia.
Pelaksanaan 20 rakaat biasanya dibagi menjadi:
-
Dua rakaat salam sebanyak 10 kali
-
Ditutup dengan 3 rakaat witir
Bagi warga NU, jumlah ini dianggap sebagai tradisi yang memiliki landasan kuat dalam sejarah Islam dan praktik para sahabat. Namun penting dipahami bahwa pilihan ini bukan berarti menafikan praktik 8 rakaat yang juga memiliki dasar hadis.
Shalat Tarawih Berapa Rakaat Witir Dan Fungsinya
Selain membahas shalat tarawih berapa rakaat, kita juga perlu memahami tambahan witir setelahnya. Witir adalah shalat penutup di malam hari yang biasanya dilakukan dengan jumlah ganjil, seperti 1 atau 3 rakaat.
Dalam praktik umum di Indonesia:
-
Jika tarawih 8 rakaat, biasanya ditambah 3 rakaat witir
-
Jika tarawih 20 rakaat, juga ditambah 3 rakaat witir
Witir berfungsi sebagai penyempurna shalat malam. Rasulullah SAW menganjurkan agar shalat malam ditutup dengan witir. Oleh karena itu, meskipun jumlah rakaat tarawih berbeda, witir tetap menjadi bagian penting dari rangkaian ibadah malam Ramadhan.
Niat Sholat Tarawih Dan Tata Cara Pelaksanaannya
Bagi yang masih ragu mengenai niat sholat tarawih, pada dasarnya niat cukup di dalam hati. Namun sebagian orang merasa lebih mantap jika melafalkannya.
Contoh niat sholat tarawih dua rakaat secara berjamaah:
-
Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala
Secara tata cara, pelaksanaannya sama seperti shalat sunnah biasa:
-
Membaca niat
-
Takbiratul ihram
-
Membaca Al-Fatihah dan surat pendek
-
Rukuk, sujud, dan seterusnya
-
Salam setiap dua rakaat
Tidak ada bacaan khusus yang wajib selain yang biasa dibaca dalam shalat.
Perbedaan 8 Rakaat Dan 20 Rakaat Dalam Perspektif Ulama

Perbedaan jumlah rakaat sering kali menjadi bahan perdebatan. Namun sebenarnya, ketika membahas shalat tarawih berapa rakaat, para ulama sepakat bahwa kedua praktik tersebut memiliki landasan.
Pendapat 8 rakaat merujuk pada hadis Aisyah RA yang menyebutkan bahwa Nabi tidak pernah menambah lebih dari 11 rakaat (termasuk witir). Sementara pendapat 20 rakaat merujuk pada praktik sahabat di masa Umar bin Khattab.
Perbedaan ini menunjukkan fleksibilitas dalam ibadah sunnah. Selama dilakukan dengan khusyuk dan sesuai tuntunan, keduanya sah dan diterima.
Hikmah Di Balik Shalat Tarawih Berapa Rakaat
Terlepas dari jumlahnya, shalat tarawih berapa rakaat sebenarnya bukanlah inti utama. Yang lebih penting adalah kualitas ibadah dan keikhlasan.
Beberapa hikmah tarawih antara lain:
-
Mendekatkan diri kepada Allah
-
Melatih kesabaran dan kekhusyukan
-
Menghidupkan malam Ramadhan
-
Meningkatkan kebersamaan umat
Dengan memahami hikmah ini, kita tidak lagi terjebak pada perdebatan jumlah rakaat semata.
Kapan Shalat Tarawih Pertama Dimulai
Shalat tarawih pertama dimulai pada malam 1 Ramadhan setelah shalat Isya. Jika awal Ramadhan jatuh pada hari tertentu, maka tarawih dilakukan pada malam sebelumnya setelah Isya.
Perbedaan awal Ramadhan antara organisasi seperti NU dan Muhammadiyah terkadang membuat jadwal tarawih berbeda satu hari. Namun hal ini adalah bagian dari perbedaan metode penentuan hilal dan tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan.
Kesimpulan
Menjawab pertanyaan shalat tarawih berapa rakaat, dapat disimpulkan bahwa ada dua praktik utama yang sama-sama memiliki dasar kuat, yaitu 8 rakaat dan 20 rakaat, keduanya ditambah witir. Dalam konteks shalat tarawih berapa rakaat NU, mayoritas warga NU melaksanakan 20 rakaat, sementara sebagian umat Islam lainnya memilih 8 rakaat.
Yang terpenting bukanlah jumlahnya, melainkan kekhusyukan dan konsistensi dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Dengan memahami sejarah, dalil, dan pendapat ulama, kita bisa lebih bijak dalam menyikapi perbedaan dan tetap menjaga persatuan umat.
FAQ
Shalat tarawih berapa rakaat yang paling benar?
Baik 8 maupun 20 rakaat memiliki dasar dalil. Keduanya sah dan dapat diamalkan sesuai keyakinan masing-masing.
Shalat tarawih berapa rakaat witir?
Biasanya ditambah 3 rakaat witir setelah tarawih, baik yang melaksanakan 8 maupun 20 rakaat.
Bagaimana niat sholat tarawih?
Niat cukup di dalam hati, namun bisa dilafalkan untuk membantu kekhusyukan.
Apakah shalat tarawih berapa rakaat NU berbeda dengan yang lain?
NU umumnya melaksanakan 20 rakaat tarawih ditambah 3 rakaat witir sesuai mazhab Syafi’i.

Leave a Reply